Tuesday, August 28, 2012

Pintu Neraka sudah 40 tahun tetap menyala



Pintu Neraka sudah 40 tahun tetap menyala
Lubang Pintu Neraka, fenomena alam aibat kegagalan kegiatan pengeboran minyak di Turkmenistan oleh Uni Soviet 40 tahun silam. (www.thedailymail.co.uk)

Siapa sangka kegiatan pengeboran minyak oleh Uni Soviet 40 tahun lalu itu malah menimbulkan fenomena unik di Desa Derweze, Turkmenistan. Lubang menganga berdiameter 70 meter terletak di tengah Gurun Karakum itu menjadi tontonan wisatawan sejagat saat melancong ke negara itu. Warga setempat menyebutnya sebagai Pintu Neraka. Tentu itu hanya kiasan.

Fenomena alam itu bermula pada 1971. Saat itu sekelompok ahli geologi Uni Soviet melakukan kegiatan pengeboran guna mencari sumber minyak bumi. Tetapi saat eksplorasi, tiba-tiba tanah di sekitar area itu runtuh. Alhasil peralatan berat rusak dan terperosok ke dalam lubang besar. Sejurus kemudian gas alam keluar dari lokasi itu, seperti dilansir dari surat kabar the Daily Mail, Jumat (27/7).

Kumpulan ahli itu kemudian memutuskan membakar gas itu lantaran ditakutkan mengandung racun. Mereka pun pulang dengan tangan hampa. Mereka mengira gas itu bakal habis terbakar dalam beberapa hari. Tetapi nyatanya sampai hari ini api itu tetap menyala.

Daerah gurun menutupi sebagian besar Turkmenistan. Meski begitu, negara pecahan Uni Soviet itu kaya akan sumber daya minyak dan gas bumi. Terutama di sekitar Laut Aral, Sungai Amu Darya, dan Gurun Kyzyl Kum.

Di malam hari cahaya api dari dalam lubang itu dari kejauhan nampak indah. Hal itu menarik minat turis di penjuru dunia menyambangi Desa Derweze, berjarak 260 kilometer dari Ibu Kota Ashgabat.

Dua tahun lalu, Presiden Turkmenistan Gurbanguly Berdimuhamedow, berkunjung ke lokasi dan menyatakan bakal menutup situs geologi itu. Tetapi sampai sekarang gagasan itu tidak terwujud.

Pintu Neraka di Turkmenistan ini mengesankan banyak orang, berbeda dengan kegagalan eksplorasi di Desa Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia malah membuat penderitaan banyak manusia.

Sumber : merdeka.com

No comments:

Post a Comment