Sunday, August 19, 2012

Masih Suasana Lebaran: Mohon Maaf Lahir dan Batin

Meskipun agak terlambat, tapi mumpung masih dalam suasana lebaran atau hari raya Idul Fitri 1432 H, saya mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri bagi yang merayakannya, serta minal aidzin walfa idzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga di hari kemenangan ini kita semua bisa kembali ke Fitrah atau kesucian kita, amin.
Suasana Lebaran: Selamat Hari Raya Idul Fitri

Terkait masih dalam suasana lebaran, sepertinya di negara dengan jumlah penduduk yang didominasi oleh warga muslim terbanyak di dunia ini, membuat aktifitas kehidupan di beberapa hari ini sangat menentramkan hati. Dalam suasana lebaran seperti sekarang, aktifitas semacam tegur sapa dan murah senyum terjadi di mana-mana, bukankah ini sangat indah?
Seandainya suasana lebaran terus ada di hari-hari yang biasanya sampai masa depan nanti, pastilah damai rasa hati ini, ya nggak? Tentu saja semua orang mengharapkan itu terjadi, tapi anehnya tidak semua orang bisa mau menciptakan suasana lebaran di hari-hari biasa. Tapi syukurnya masih ada hari lebaran di tiap tahunnya, meski tidak setiap hari tapi paling tidak pada kesempatan itu kita semua bisa kembali ke fitrah.
Karena suasana lebaran ini pula sanak saudara dan para kerabat jadi bisa berkumpul pada suatu tempat keluarga besar, sehingga bisa saling meningkatkan hubungan sosial. Tidak jarang karena suasana lebaran ini juga kita bisa jadi lebih mengenal lebih banyak lagi saudara-saudara kita yang mungkin masih belum kita mengenalinya.
Seperti dari pengalaman bodoh saya tadi pagi, karena memang saya lupa atau memang tidak tahu (mungkin lebih tepatnya belum mengenal, hehe…), ada seorang bapak dan seorang ibu yang bertamu ke rumah saya, dan ternyata mereka hendak bertemu dengan ibu saya. Tapi berhubung ibu saya sedang menjenguk kerabat yang sedang dan akan dioperasi di Rumah Sakit, jadi akhirnya tamu tersebut hanya bertemu dengan bapak saya.
Setelah beberapa saat bapak saya dan tamu tersebut bercengkerama, tiba-tiba bapak saya memanggil saya untuk diperkenalkan dengan bapak dan ibu tersebut. Alangkah terkejutnya saya setelah diperkenalkan, ternyata yang bapak-bapak itu merupakan adik dari Mbah Kakung saya (Ayah dari Ibu saya), yang telah lama tinggal di Jakarta. Karena ketidak tahuan saya dan sambil malu-malu, akhirnya saya jadi bisa berkenalan dengan adik Mbah kakung saya beserta istrinya.
Dari sini saya jadi bertanya-tanya, kalau saya ini benar-benar tidak mengenal mereka atau lupa sih sebenarnya kepada mereka? Tapi berkat suasana lebaran yang masih terasa sampai di hari ini, mereka jadi bisa datang ke rumah untuk 2 tujuan sekaligus, yaitu untuk bersilaturahmi serta menghadiri acara pernikahan kakak perempuan saya yang diadakan beberapa waktu lalu, yang mana saat itu mereka tidak sempat hadir.
Jadi akhirnya suasana lebaran ini benar-benar sangat bermanfaat untuk semua orang, yang pada awalnya tidak mengenal dengan saudara sendiri jadi bisa mengenal mereka berkat suasana lebaran ini. Sebenarnya masih ada sangat banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari suasana lebaran ini, tapi agar lebih ringkas penulisannya, jadi saya memfokuskan pada satu manfaat saja dari suasana lebaran ini.
Lalu bagaimana dengan suasana lebaran yang menurut Anda paling berkesan bagi Anda? Ceritakan juga pengalaman Anda di sini, biar kita yang membaca di sini juga bisa menanggapi pengalaman suasana lebaran Anda itu :)
NB: Anda suka dengan artikel Masih Suasana Lebaran: Mohon Maaf Lahir dan Batin tersebut? Kalau suka, Anda bisa membagikannya kepada teman-teman Anda menggunakan berbagai fasilitas berikut ini:


No comments:

Post a Comment