Wednesday, August 8, 2012

Kontroversi Kondom, Menkes Dipanggil DPR

Nafsiah Mboi, Menteri Kesehatan

Kampanye penggunaan kondom yang disuarakan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengundang kontroversi. Komisi Kesehatan DPR pun harus meminta Nafsiah mengklarifikasi pernyataannya itu.

"Kami akan pertanyakan kampanye tersebut dan mengundang beliau pada Senin 25 Juni," kata Wakil Ketua Komisi Kesehatan Irgan Chairul Mahfiz, saat berbincang dengan VIVAnews.co.id, Kamis 21 Juni 2012.

Menurut Irgan, kampanye penggunaan kondom yang dilakukan Menkes itu sangat disayangkan. Karena akan sangat mendorong kaum remaja melakukan hubungan bebas di luar nikah. "Ini kan sudah tidak sesuai dengan budaya Indonesia," ujarnya.

Alasan Menkes bahwa penggunaan kondom dapat mencegah penyakit seksual menular, menurut Irgan, juga tidak pas. "Seharusnya kementerian mensosialisasikan dampak dari hubungan bebas itu. Apa bahaya-bahayanya, dan sumber penyakitnya," ujarnya.

Irgan menjelaskan, penularan penyakit seperti HIV/AIDS tidak hanya bersumber dari hubungan bebas tanpa kondom. Penyakit tersebut juga dapat berasal dari pemakaian narkoba. "Menkes harus hati-hati mengeluarkan pernyataan yang tidak popular itu," ujarnya.

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi sendiri menegaskan tidak pernah mengatakan mau meningkatkan kampanye kondom di kalangan umum, siswa-siswa dan remaja.

"Tetapi tetap kami kampanyekan kondom ke setiap pelaku hubungan seks berisiko. Karena itu adalah salah satu indikator MDG," kata dia, Rabu 20 Juni 2012.

Dia menambahkan, seks berisiko di Indonesia terjadi pada semua umur, suami istri atau di luar hubungan pernikahan. "Yang kami maksud dengan seks berisiko adalah seks dengan risiko penularan penyakit atau risiko kehamilan yang tidak direncanakan," kata Nafsiah.

No comments:

Post a Comment