Monday, August 6, 2012

Hikmah Mengikuti UKG Online 2012: Membuat Guru Menjadi Pembelajar

http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/08/1343898609999110368_300x225.jpg

Tak biasanya saya merasa sedikit tegang pada hari yang cerah ini.  Maklum saja, sebagai seorang ibu dengan seabrek kegiatan, hari itu saya harus mengikuti ujian kompetensi guru (UKG) online 2012 yang memang wajib diikuti oleh seluruh guru bersertifikasi tahun 2007 sampai dengan 2011.  Maklum saja, pada saat yang bersamaan, putra bungsu saya mengikuti seleksi Olimpiade Sains IPA Jenjang SD Tingkat Propinsi Jambi.  Sehingga banyak waktu yang saya gunakan justru untuk melatihnya berlatih soal ketimbang melatih diri saya sendiri.  Saya pikir dengan berbekal mengajar siswa mulai dari kelas 1,2, dan 3 serta kelengkapan perangkat belajar yang dari tahun ke depan memang saya rancang sendiri (bukan copy-paste), serta hobi membaca buku dan browsing di sela-sela waktu senggang, semoga membantu saya dalam menghadapi ujian nanti.    Intinya kurang ada waktu khusus untuk persiapan UKG ini.
Pukul 09.35 segera saya kemudikan mobil dengan agak cepat dari arah hotel Abadi Pasar Jambi tempat kegiatan Olimpiade Sains SD menuju ke daerah Candra- Pasir Putih tepatnya di SMKN 2 Jambi.  Tepat pukul 10.00 saya memasuki ruangan komputer di SMKN 2 Kota Jambi.  Ruangan telah dipenuhi oleh para peserta guru-guru kimia SMA sekota Jambi sekitar 30 orang.  Untung saja tes belum dimulai.  Instruktur sedang memberikan pengarahan saat itu.  Segera saya memilih salah satu komputer dan melakukan login dengan mengisi no peserta dan nomer NUPTK.  Dua menit kemudian, instruktur memerintahkan segera memulai tes.   Koneksi internet sangat lancar (berbeda dengan hari pertama, 30 Juli 2012, sempat seluruh peserta batal melaksanakan tes).
Dengan berbekal selembar kertas buram untuk mencoret-coret, satu-demi satu soal saya baca dengan teliti.  Di sini perlu kemampuan menganalisis soal.  Menurut saya materi kompetensi profesional (kimia) tidak terlalu sulit (setara soal-soal UN) karena soal hanya disajikan sesuai SK dan KD dalam silabus.  Namun materi yang harus dikuasai adalah seluruh kelas 1,2, dan 3 SMA.  Sedangkan kompetensi pedagogi lebih menekankan pada penerapan materi kimia ke dalam perangkat pembelajaran dan mengolah proses pembelajaran yang tepat untuk suatu materi kimia tertentu.  Sangat aplikatif.  Namun perlu hari-hati dalam membaca soal, karena ada beberapa soal yang cukup menjebak dengan jawaban hampir mirip.  Beberapa soal pun keliatan kurang tepat isi pertanyaannya dan beberapa option jawaban juga salah (mungkin salah cetak) atau juga akhirnya menjadi salah kunci.  Kendati demikian saya menilai bahwa soal-soal UKG online bidang studi kimia cukup baik.  Jika guru berbekal persiapan yang matang atau seperti pengalaman pribadi saya yang barusan saya sebut, semoga bisa mencapai nilai di atas KKM nya.  Bagaimana agar lulus UKG ini?  Beberapa tips dari pengalaman saya:
1. Milikilah rasa tenang agar kita dapat berpikir dengan jernih namun tetap memperhitungkan waktu yang tersedia.
2. Gunakan seluruh waktu dengan maksimal.  Sisa waktu dapat digunakan kembali untuk memeriksa ujian yang telah selesai dikerjakan.
3. Kerjakan dengan teliti.
4. Sebelum habis waktunya, segera submit jawaban dan proseslah ujian agar kita mengetahui hasilnya.
Sekitar empat puluh menit sebelum waktu habis saya telah menyelesaikan 100 soal dan sisa waktu digunakan untuk mengoreksi kembali.  Karena asiknya, hampir saja saya lupa mengsubmit jawaban alias memproses nilai sampai suara instruktur mengagetkan saya.  Tinggal 1 menit lagi.  Wah, akhirnya walaupun saya belum puas mengoreksi jawaban saya, dengan cepat saya menekan tombol proses hasil ujian.  Harap-harap cemas.  Saya pikir inilah feedback yang baik bagi seorang siswa setelah mereka melakukan proses ujian.  Dan kini saya sendiri pun mengalaminya.  Dag-dig-dug berapakah nilai saya?  Luluskah?  Praise the LORD ! Akhirnya saya pun lulus dengan nilai jauh di atas KKM, 82 (KKM mapel kimia dan pedagogi 70).  Di dalam ruangan itu hanya dua sampai tiga orang saja yang memperoleh nilai di atas KKM.
Hikmah apa yang kita petik dari kegiatan ini?  Bukan berfokus pada hasil ujian namun lebih kepada bagaimana guru telah menjalani proses belajar.  Memang tidak mudah.  Adanya UKG online membuat guru akhirnya terpaksa menjadi pembelajar kembali.  Membuka buku-buku dan berlatih soal-soal di luar materi yang diajarkannya di kelas.  Mungkin saja bertahun-tahun seorang guru hanya mengajar di kelas 1 namun adanya UKG online akhirnya materi kelas 2 dan kelas 3 turut dipelajarinya.  Demikian pula sebaliknya.  Sebagian besar wajah guru yang keluar dari ruang terlihat kusut dan kecewa namun demikian tetaplah semangat dan terus belajar!  Ambillah hikmah positif dari setiap kejadian.  Adanya UKG Online turut mengevaluasi penguasaan kompetensi guru dan  mengkondisikan  guru menjadi pembelajar.  Ambillah sisi yang positif dan tidak mengkambinghitamkan pihak manapun.  Setiap hal  atau masalah tergantung bagaimana kita memandangnya dan menyikapinya.  Jadi bagi rekan guru yang belum mengikuti UKG persiapkanlah diri dengan baik. Tak ada yang bisa kita lakukan dalam menghadapi ujian ini selain dari mempelajari semua materi dan berlatih soal-soal.  Guru yang baik tidak saja memberi nasehat kepada  murid-muridnya agar mempersiapkan diri menghadapi ujian namun dirinya juga perlu diuji.  Semoga bermanfaat. *http://edukasi.kompasiana.com/ *


No comments:

Post a Comment