Wednesday, August 29, 2012

FISIKA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN


Kalau kita mempelajari ilmu fisika maka ada empat unsur penting yang menjadi landasan didalamnya.

PERTAMA
Observasi atau pengamatan terhadap bagian alam yang ingin kita ketahui sifat dan kelakuannya pada kondisi tertentu. Dalam kegiatan fisika, apabila pengamatan atau observasi terhadap kelakuan diganti dengan pengkhayalan merupakan suatu kesalahan kecuali apabila khayalan tersebut didukung oleh perhitungan matematik yang dijabarkan dari kelakua-kelakuan yang telah diketahui. 

Sehubungan dengan keharusan manusian untuk mengenal alam sekelilingnya dengan baik, maka Allah Ta'ala memerintahkan dalam Al Qur'an Surat Yunus: 101 sebagai berikut:

"Katakanlah:` Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman`.


Perintah itu menunjukan agar manusia mengetahui sifat-sifat dan kelakuan alam di sekitarnya, yang akan menjadi tempat tinggal dan sumber bahan makanan dalam hidupnya. dengan mengetahui sifat dan kelakuan alam tersebut manuasia dapat mengambil untuk kemaslahatan bagi semua yang ada di alam.


Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan, Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?”. 


Dari ayat ini dapat dikatakan bahwa menjadi keharusan bagi manusia untuk memperhatikan sifat dan tingkah laku alam semesta.Memeperhatkan disini dapat berarti sebagai uasaha untuk memahami proses proses alamiah yang terjadi didalamnya. Hal ini persis sama dengan apa yang dilakukan oleh ilmuwan Fisika atau pengembangan sains pada umumnya, melakukan observasi dengan penuh perhatian untuk menjawab pertanyaang bgaiamana proses itu dapat terjadi. memeperhatikan alam semesta dan merenunginya sampai mendapatkan sesuatu pemahaman tentang sifat dan kelakuan serta proses alami yang terjadi di dalamnya merupakan suatu aktivitas dalam membaca ayat Allah, sebab di dalam Al Qur'an sudah dijelaskan bahwa memperhatikan alam semesta berarti juga mempelajari ilmu fisika adalah bagian dari membaca ayat Allah.


KEDUA:

 Pengukuran.Dalam dunia fisika tidakpernah lepas dari hal ukur mengukur. Segala fenomena kealaman selalu dijelaskan dengan cara kuantitatif. Kegiatan ini dilakuakn agar suatu segala kealaman yang mempunyai pengertian universal bisa dimengerti juga oleh orang lain. Sesuatu akan menjadi kabur dalamfisika jika hanya dinyatakan secara kualitatif saja. Seseorang fisikawan yang mendengar ucapan seperti angin bertiup semilir-semilir sehingga membuat mata mengantuk akan berkomentar, bahwa ungkapan tersebut bukanlah pernyataan fisis tapau puitis. Tetapi Udara mengalir dengan kelajuan 9 km/jam dengan suhu 23 derajat celcius dan kelembaban 85 persenakan dikatakan sebagai pernyataan fisika. Jadi 
dalam fisika harus ada pernyataan yang dapat dipahami oleh semua orang(harus terukur. 

Pemahaman ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al Qamar ayat 49:

"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran".

Seandainya Allah menciptakan segala sesuatu tanpa ukuran, maka akan terjadi ketidakseimbangan di dalamnya. Ukuran yang diciptakan oleh Allah sangat tepat, sehingga alam sebagaimana kita rasakan benar-benar seimbang. Dalam Fisika, ilmuwan fisika apabila ingin berkarya membuat suatu terapan fisika, maka juga akan melakukan pengukuran sampai mendapatkan hasil yang diharapkan. 

Apabila ingin membuat suhu ruangan 22 derajat Celcius maka akan membuat rekayasa dalam lingkungan sekitarnya sehingga sesuai dengan yang diharapkan. Besaran-besaran yang dapat diukur disebut besaran fisika atau besaran fisis. Contoh tentang suhu di atas mengandung pengertian bahwa kelembaban memiliki ukuran tertentu. Gerak udara yang diciptakan Allah memiliki ukuran kelajuan. Bumi dan benda angkasa yang lain juga memiliki ukuran, serta mempunyai massa tertentu sehingga dapat menjadiseimbang. 

Kemudian dari pengukuran dibuat menjadi persamaan matematis sehingga lebih mudah dipahami oleh semua orang. Jadi apa yang ada dalam fisika ada kesesuaian dengan Al Qur'an.
Pembahasan yang lalu sudah sampai pada unsur pertama yaitu OBSERVASI dan unsur kedua yaitu PENGUKURAN dalam mempelajari ilmu fisika. 

KETIGA: Analisis terhadap data yang terkumpul dari berbagai pengukuran atau besaran-besaran fisis yang terlibat. Hal ini dilakukan melalui proses pemikiran kritis dan dilanjutkan dengan evaluasi terhadap hasil-hasilnya dengan penalaran yang sehat sehingga mencapai kesimpulan yang rasional.


KEEMPAT: Peranan pemikiran kritis dan penalaran rasional. Dalam hal ini Allah berfirman dalam Q.S. An-Nahl: 11-12:

"Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan".

Dari penjelasan keempat unsur penting dari ilmu fisika menunjukkan bahwa semua sejalan dengan apa yang ada dalam Al Qur'an




Dalam Surat Al Ghaasiyah: 17-20 juga dijelaskan:
   
" Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya)".

Alam Semesta dan proses-proses alami yang ada didalamnya, sifat dan kelakuan alam yang telah disimpilkan oleh para ilmuwan fisika disebut sebagai hukum alam. Sedangkan para ilmuwan muslim menyebutnya sebagai sunnatullah.

No comments:

Post a Comment