Wednesday, August 8, 2012

Bang Haji Rhoma Irama Sudah Dimaafkan Ibunda Jokowi.Kemiskinan di Solo masih Tinggi


 Terkait komentar Raja Dangdut yang menganggap dirinya non-muslim, Sujiatmi Notomiatdjo, ibunda Joko Widodo, mengatakan sudah memaafkan Rhoma Irama.
Hal ini dikatakan saat berada di kediamannya di Jalan pleret raya RT 7 RW 8, Sumber, no 9A, Solo, pada Selasa (7/8/2012).
Menanggapi komentar berbau SARA tersebut, Sujiatmi mengatakan mungkin Rhoma Irama sedang banyak pikiran dan terlontar secara spontan.
"Saya sudah memaafkan Bang Haji. Mungkin beliau sedang banyak pikiran dan terlontar komentar tersebut," kata Sujiatmi yang memakai busana muslim dipadukan dengan jilbab warna coklat muda.
"Saya tuh sudah tua, kok diikut-ikutkan masalah ini," katanya.
Sujiatmi juga mengatakan bahwa keluarganya adalah keluarga muslim dan dirinya mengaku sempat kecewa tidak bisa ikut umroh dengan puteranya, Joko Widodo, beberapa waktu lalu.
Menanggapi isu yang dilontarkan oleh Bang Haji, salah satu sebutan Rhoma Irama, Sujiatmi sudah memaafkan meskipun tidak bertemu langsung dengan yang bersangkutan.
Sikap tersebut pun sudah dijelaskan kepada Jokowi untuk bersabar karena isu tersebut tidak benar.
Sujiatmi bahkan mengetahui komentar tersebut dari para tetangga yang mencoba mengkonfirmasi isu tersebut.
"Saya tahunya malah dari para tetangga yang menanyakan tentang isu, dan saya jawab itu tidak benar," katanya.
Dirinya juga mengaku sudah memberi wejangan kepada Joko Widodo bahwa maju di pilgub DKI harus kuat mental dan sabar, termasuk menghadapi teror terhadap keluarga.

Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais menilai saat ini masyarakat tengah terbius oleh pesona calon Gubernur (Cagub) tanpa melihat secara lebih jauh bagaimana kapasitas dan kemampuan calon tersebut.
Hal tersebut disampaikan Amien Rais mengomentari janji Jokowi untuk mengentaskan kemiskinan di Jakarta. Padahal, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah tingkat kemiskinan di Solo selama Jokowi menjadi Walikota terus meningkat. Berdasarkan data dari BPS, tingkat kemiskinan Solo berada dikisaran 13,9% dan berada diatas rata-rata nasional yang berkisar di angka 11%.
"Jadi, kita jangan mudah dibius oleh media massa, media kadang-kadang juga informasinya tidak selalu benar. Jadi, kadang-kadang seorang tokoh dengan public relation sukses itu bisa memunculkan citra yang lebih bagus dari kenyataannya. Saya sebagai orang Solo mengembalikan kepada warga Jakarta, sebaiknya memang direnungkan lebih cermat, karena yang ditentukan saat di kotak suara itu untuk menentukan 5 tahun masa depan kota Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia," jelas Amien Rais di Jakarta, Senin (6/8/2012) kemarin.
Amien melanjutkan, selain bisa menyajikan fakta dan berita yang berimbang, disisi lain media massa juga bisa membalikkan kenyataan dengan menghipnotis para pembaca berita. "Misalnya saya ini seorang Kepala Daerah. Sesungguhnya saya tinggi prestasi, kemudian saya digemborkan oleh media massa dan itu seolah-olah saya sukses. Kemudian ada citra saya sukses dalam angan-angan impian para pembaca media massa itu, tapi pada kenyataannya saya belum begitu sukses," katanya.
Mantan Ketua PP Muhammadiyah itu berharap untuk Pemilukada DKI putaran kedua, semua masyarakat bisa benar-benar menentukan pilihan tanpa terpengaruh oleh emosi, pencitraan, pesona mampun kebencian tanpa apriori, semua demi kebaikan masyarakat Kota Jakarta sendiri.
"Oleh karena itu, lebih baik sekarang ini kita renungkan kembali. Jadi kalau di bawah Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli itu kira-kira arahnya mau ke mana jika jadi Gubernur nanti, kemudian komitmen apa yang akan diberikan oleh keduanya ini. Begitu juga kalau Jokowi - Ahok menang nanti arahnya mau ke mana. Sebab, dilihat juga sukses kemarin itu dengan latarbelakang masing-masing calon," tandasnya.[(Wrh/KCM)

(sumber)

No comments:

Post a Comment