Wednesday, August 29, 2012

Air Tahu Jawabnya

  
  
kristal saljuKristal salju. (foto: net)

Anda tidak tahu banyak tentang air, tetapi air tahu apa yang Anda pikirkan. Baru-baru ini, sebuah video menjadi populer dan telah beredar di berbagai situs dunia maya. Video ini berjudul “Scientific experiments change the concepts of a lifetime,” atau percobaan ilmiah mengubah konsep seumur hidup. 

Banyak eksperimen ilmiah dari ilmu pengetahuan Barat menunjukkan bahwa niat kita dapat mengubah berbagai hal. Video ini telah menarik banyak perhatian di daratan China karena dianggap sebagai karya yang dapat mengubah cara pandang orang-orang China.

Dasar Teori Energi Kuantum 

Video ini berdurasi 73 menit, namun penonton banyak yang berkomentar. Video ini sangat menarik, bahkan orang bisa menontonnya tanpa jeda. Banyak penonton yang merasa tergerak. Agar orang-orang memahami isi video ini, percobaan air dari ilmuwan Jepang Masaru Emoto, “Air Tahu Jawabnya”, ditampilkan di bagian awal.

Menurut teori medan energi kuantum modern, alam semesta terdiri dari banyak bidang energi kuantum dan berbagai hal terus-menerus memancarkan informasi energi. Pikiran manusia dapat menghasilkan energi yang kuat dan jika dimanfaatkan dengan baik. Energi ini tidak hanya dapat meningkatkan kehidupan individu, tetapi juga mengubah dunia.

Tentu saja, ini bukan hanyalah eksplorasi teoritis yang bertujuan sebagai hiburan esoteris untuk tontonan masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu, video ini menyoroti eksperimen kristal air oleh Masaru Emoto. Menariknya, banyak kristal salju jatuh di dunia ini dan belum ada yang sama persis satu sama lain. Setiap kepingan salju, sama halnya seperti setiap manusia, adalah unik pada tingkat mikroskopis.

Dari Kristalisasi Air hingga Segala Hal

Tim Masaru Emoto mencatat jutaan pola kristal air dari ide yang berbeda. Percobaan ini menyimpulkan bahwa ketika orang menyampaikan pesan baik dan jahat yang berbeda melalui tulisan, gambar, suara, musik dan media lainnya, air menyerap informasi dengan jelas dan proses pengkristalannya akan menunjukkan pola yang berbeda.

Beberapa diantaranya menunjukkan pesan baik, berterima kasih dan tulus, sementara yang lain menunjukkan kebencian, rasa sakit dan cemas, dll. Pikiran yang berbeda dapat menghasilkan pola yang berbeda. Itu sebabnya buku ini berjudul Air Tahu Jawabnya dan ini berarti bahwa air tahu apa yang orang pikirkan.

Percobaan ini menunjukkan bahwa tidak hanya air yang memiliki persepsi, tapi pohon, beras dan zat lainnya juga memiliki persepsi. Para ilmuwan dalam fisika kuantum lebih jauh menunjukkan bahwa segala sesuatu memiliki perasaan yang mirip, karena energi dari alam semesta ini saling terhubung sehingga informasi dalam dunia ini berkesesuaian satu sama lain. Seperti kata pepatah Tiongkok: "Apapun yang ada dalam benak Anda, Langit dan Bumi semua tahu tentang hal itu."

Selama berabad-abad, manusia telah berdebat mengenai apa yang hakiki, pikiran ataukah materi. Video ini memberikan jawaban melalui ilmu pengetahuan modern. Pikiran dan materi saling terkait dan mereka adalah satu. Di bawah bidang energi yang terintegrasi, pikiran dan materi saling mempengaruhi, juga saling melengkapi. Film ini telah menunjukkan sesuatu yang mungkin tidak ingin dipercayai oleh orang-orang China, tapi mereka tidak punya pilihan lain.

Ada orang-orang, dalam jumlah yang sangat sedikit, memiliki sikap negatif terhadap film ini. Alasan mereka cukup naif. Mereka mengatakan bahwa Masaru Emoto memiliki latar belakang pendidikan di bidang hubungan internasional dan pengobatan alternatif India, dan ia tidak dapat dianggap sebagai ilmuwan. Pada kenyataannya, itu bukanlah hal penting dan isu utamanya adalah ia telah mengungkap sebuah fenomena dan bagaimana manusia dapat memverifikasi dan menjelaskan fenomena tersebut.

Niat Pikiran yang Tulus adalah Kuncinya

Video ini juga menampilkan sekelompok orang yang menggunakan niat pikiran untuk menangani polusi air. Ratusan orang memberi niat baik kepada sebuah danau yang tercemar. Beberapa hari kemudian, ganggang membusuk menghilang dari danau dan danau menjadi bersih, yang berlangsung selama enam bulan.

Dilaporkan bahwa beberapa anak sekolah dasar melakukan eksperimen beras. Ketika nasi menerima pujian, nasi itu tetap putih dan bersih bahkan setelah satu bulan, tapi nasi yang dikecam berubah hitam dan berbau setelah beberapa saat.

Mengapa beberapa orang tidak mendapatkan hasil yang sama? Hal ini tergantung pada kemurnian konsep pelaku eksperimen dan intensitas kekuatannya. Semakin murni pikiran dari pelaku eksperimen, maka semakin baik hasilnya, sebaliknya, pikiran orang dewasa yang penuh dengan banyak konsep akan lebih sulit untuk mencapai hasil yang jelas pada percobaan kristal air.

Dalam video tersebut, dibicarakan tentang mengapa ada begitu banyak bencana alam. Ada 7 miliar orang di dunia ini. Jika pikiran 1 miliar orang menjadi lebih buruk, bukan hanya perilaku mereka merusak dunia, tetapi pikiran mereka juga akan berbahaya bagi dunia ini. Karena pikiran kita dapat mengubah lingkungan kita.

Oleh karena itu, ketika kita memiliki pikiran yang baik, berbicara baik, melakukan perbuatan baik dan berperilaku mengikuti kriteria orang yang baik, seperti misalnya menyatukan jutaan pikiran lurus, kita dapat mengubah dunia.

No comments:

Post a Comment