Friday, May 25, 2012

Buku Kartun Nabi Muhammad Beredar di Surakarta

Dari stempel sampul dalam, buku itu merupakan bantuan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama pada 2011.
 
Buku Kartun Nabi Muhammad SAW
BUKU bacaan bergambar kartun Nabi Muhammad SAW ditemukan beredar pada perpustakaan sebuah madrasah ibtidaiah di Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Keberadaan buku itu mengundang tanya dan protes di kalangan orangtua lantaran visualisasi Nabi Muhammad dianggap tindakan terlarang.
Ditemukannya buku berjudul Kisah Menarik Masa Kecil Para Nabi tersebut bermula dari Budi, orangtua siswa kelas IV madrasah itu. Budi mengaku tahu buku tersebut dari anaknya yang meminjam di perpustakaan sekolah.
“Awalnya saya tidak percaya apa yang disampaikan anak saya. Tapi saat saya periksa buku itu ternyata benar,” jelas Budi di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, kemarin.
Ia menceritakan, dalam buku setebal
52 halaman itu dikisahkan kehidupan masa kecil 11 nabi. Pada bagian akhir, dikisahkan sosok Nabi Muhammad SAW sejak kecil hingga remaja lengkap dengan lima ilustrasi gambar.
Dari lima gambar itu, terdapat empat gambar yang menunjukkan sosok Nabi Muhammad SAW pada halaman 43, 44, 46, dan 48. Pada halaman 43 ada sosok bayi yang digendong perempuan dan di depan bayi itu diberi tulisan Arab dengan nama Muhammad.
Bahkan pada halaman 44, sosok Nabi Muhammad yang sedang menggembalakan domba amat jelas, termasuk wajah dan rambutnya. “Ini kan sesuatu yang tidak benar,” papar Budi sembari menunjukkan buku itu.
Dari informasi yang tertera, buku tersebut disusun N Khasanah RA dan diterbitkan pada 2010 oleh Nobel Edumedia yang beralamatkan di Jln Rawagelem III No 4, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta.
Kemudian dari stempel sampul dalam, buku itu merupakan bantuan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama pada 2011. “Apabila betul ini dari Kementerian Agama, berarti mereka tidak cermat,” kata Budi.
Saat dimintai konfi rmasi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta Ahmad Nasirin mengaku tidak pernah memberikan bantuan buku itu. Maka itu, ia menduga bantuan itu didrop langsung dari pusat.
Fraksi PAN DPRD Surakarta meminta buku yang menampilkan Nabi Muhammad SAW tersebut secepatnya ditarik dan dihentikan peredarannya di sekolah-sekolah lainnya.
Adapun penerbitnya harus dimintai pertanggungjawab an atas penerbitan buku itu.
“Buku ini harus secepatnya ditarik dari peredaran sekolah, meski itu bukan merupakan buku wajib pelajaran, dan hanya menjadi buku pengayaan ilmiah di perpustakaan,” tegas Ketua Fraksi PAN DPRD Surakarta Umar Hasyim kepada Media Indonesia.
Penarikan atas buku itu penting, ujar dia, karena kasus tersebut tidak sederhana. “Ini jelas sekali pelanggaran ajaran Islam, yang tak boleh menggambarkan sosok Rasulullah. Jadi bukan kasus sederhana,” ujarnya.
Selain itu, harus ditelusuri dan diusut pula tentang maksud dan tujuan penerbit, mencetak buku bacaan keagamaan yang menyimpang dengan gambar Nabi Muhammad SAW.
Atas desakan penarikan dan penghentian peredaran buku terebut, Kepala Kantor Kemenag Surakarta Ahmad Nasirin mengatakan tidak berwenang untuk itu. Namun, ia berjanji berkoordinasi dengan sekolah-sekolah lainnya.

No comments:

Post a Comment